Banda Neira, Surga Bagian Timur Maluku Utara

Yang hobi traveling, ke sini aja yuk next trip!

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

shorts-trip.

Semua orang mungkin familiar dengan tempat wisata seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Pulau Kei, Pulau Komodo atau Teluk Cendrawasih. Ya, semua tempat memukau tersebut terletak di bagian timur Indonesia. Namun bagaimana dengan Banda Neira?

Satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku Tengah ini cukup asing terdengar. Pulau penghasil pala yang menjadi sumber rempah-rempah terbesar ini nyatanya memiliki pemandangan tak kalah hebat dari tempat wisata terkenal lainnya.

Berikut adalah beberapa penjelasan yang butuh kamu ketahui jika kamu ingin menginjakkan kaki dan menikmati keindahan Banda Neira.

1. Untuk sampai ke Banda Neira, kamu harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, nih. Jadi bersabar, ya!

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

wanitaindonesia.co.id

Sampai di Ambon, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Banda Neira dengan menggunakan pesawat lagi, Susi Air namanya. Tapi, sayangnya pesawat tersebut tidak bisa diakses setiap hari, hanya dua kali seminggu. Ada pilihan lain yakni kapal cepat dari Pelabuhan Talehu, kalau kamu memilih kapal ini, kamu butuh merogoh kocek sekitar Rp450.000 sampai Rp650.000. Dan karena ini perjalanan air, jadi tergantung gelombang. Diestimasikan butuh waktu 6 jam nih di atas kapal. Lumayan lama juga sih, kamu butuh sabar, ya.

2. Explore kota Banda Neira dulu sebelum berkeliling pulau merupakan pilihan terbaik

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

t-baronda.blogspot.com

Banda Neira terdiri dari 13 pulau kecil yang dihubungkan dengan jalan aspal ke semua pulaunya. Tidak besar, kamu bisa menjelajahinya dengan jalan kaki selama sekitar 3 jam saja. Nah, di kota Banda Neira sendiri terdapat begitu banyak tempat wisata yang bisa kamu kunjungi. Perjalanan ke Banda Neira membawamu lebih dekat dengan sejarah, karena di kota Banda, dermaga, bandara dan kantor-kantor peninggalan Belanda masih berdiri di sana dan menjadi bukti kalau di zaman dulu Banda Neira sangat maju.

Nah, berikut adalah tempat-tempat bersejarah yang bisa kamu kunjungi:

  • Gunung Api Banda
  • Benteng Belgica
  • Gereja tua Hollandische Kerk
  • Rumah Budaya
  • Istana Mini

3. Setelah puas wisata sejarah, kamu bisa mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya juga

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

kopertraveler.id

Pulau Hatta, Pulau Rhun, atau pulau-pulau lain di sekitarnya sangat sayang untuk dianggurkan. Pastikan kamu punya waktu yang cukup lama untuk menjajal semua pulau dan tempat wisata yang Banda Neira punyai. Makanan di sana cukup murah kok, hanya sekitar Rp. 20.000 kamu sudah bisa dapat makanan yang layak.

4. Wisata bawah laut mengagumkan, cocok buat kamu yang hobi snorkeling

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

indonesia.travel

Setelah berkeliling di daratan Banda Neira, jangan ketinggalan untuk menikmati keindahan bawah lautnya juga. Ada keanekaragaman flora fauna yang sayang untuk dilewatkan. Nah, salah satu spot terbaik untuk menyelam adalah di Lava Flow atau di dermaga Banda Neira. Kamu bakalan takjub dengan hamparan terumbu karang di dalamnya. Jangan lupa pakai life jacket dan jangan sampai menginjak terumbu karang, ya!

5. Untuk penginapan, kamu bisa tinggal di homestay yang ada di setiap pulau

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

bandaneira.id

Harga yang ditawarkan masing-masing homestay berbeda tapi tidak berbeda jauh. Per malam kisaran Rp250.000 sampai Rp350.000 saja. Itu sudah termasuk makan siang dan malam juga, lho. Selain homestay, ada juga hotel yang bisa jadi referensi penginapanmu. Harganya juga beervariasi tergantung kamu mau yang mana. Pokoknya, paling mahal mencapai Rp1.000.000.

6. Kamu belum ke Maluku, kalau belum makan papeda

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

bello.id

Buat kamu yang sudah pernah ke Banda Neira, kamu belum diakui sudah kesana kalau belum mencicipi makanan khas Maluku dan Papua ini. Namanya papeda, berupa bubur sagu yang disajikan dengan ikan tongkol atau bubara yang dibumbui kuntit. Warnanya putih yang bertekstur lengket seperti lem dengan rasa yang tawar. Papeda ini merupakan makanan kaya serat, lho. Selain itu juga rendah kolesterol dan juga bernutrisi. Jadi jangan sampai kelupaan untuk cobain makanan khas ini, ya!

7. Sebagai sumber penghasil pala, jelas kamu kudu bawa pulang manisan pala dari Banda Neira

Mengenal Wisata Banda Neira, Replika Surga Bagian Timur Indonesia

Unsplash/James Baldwin

Gak perlu bingung, kamu bisa membawa pulang manisan pala sebagai oleh-oleh saat pulang. Terbuat dari buah pala segar yang diambil langsung dari para petani, manisan pala memiliki tekstur empuk dan rasa manis. Gak perlu takut rasanya bakal sepat, karena proses pengolahannya sendiri direndam dengan air garam selama sehari penuh, lho. Rasanya belum lengkap kalau kamu belum membawa pulang makanan satu ini.

Sumber: /www.idntimes.com/travel/destination/

tags: Bandaneira

7 Tempat di Ternate yang Wajib Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

7 Tempat di Ternate yang Wajib Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

Ternate memiliki keindahan alam yang belum diketahui orang banyak. Tempat ini layak masuk daftar kunjungmu tahun ini!

foto oleh gambarwisata

Libur akhir pekan pastinya tidak akan dilewatkan begitu saja bagi orang-orang yang tinggal di kota besar dengan rutinitasnya yang padat. Tempat-tempat wisata dari yang dekat hingga yang di luar negeri sekalipun menjadi sasaran pelampiasan.

Salah satu tempat yang yang belum terlalu populer di kalangan para pelancong dan bisa menjadi alternatif adalah si mutiara terpendam: Kota Ternate, di Maluku Utara.

Kumpulan pulau yang mengelilingi kota Ternate yang bagaikan permata menunjukkan banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan di sana. Berkeliling tempat ini pun tak membutuhkan bujet banyak, kurang lebih dengan 350 ribu kita bisa menyewa kendaraan dan mengelilinggi kota seharian penuh.

1. Mengunjungi bekas aliran lava di Batu Angus

ternate batu angus

Foto oleh Slamet Prayitno

Berjarak kurang lebih 10 kilometer menggunakan kendaraan pribadi ke arah utara dari pusat Kota Ternate dan tidak jauh dari bandara, tempat ini menyuguhkan bongkahan batuan yang bentuk dan warnanya kontras dengan bebatuan di sekitarnya. Jika kita membawa mobil, lebih baik parkir mobil di pinggir jalan, lalu masuk mengikuti jalan setapak yang sudah diratakan.

Menurut sejarahnya, bentuk batu-batu tersebut merupakan bekas dari aliran lava yang membeku pada saat terjadi letusan Gunung Gamalama pada tahun 1907. Tempat ini terbentuk karena kala itu terjadi letusan samping yang memuntahkan lava ke arah timur laut hingga menyentuh laut.

Setelah ditata menjadi tempat wisata. Kita bisa menikmati keindahan dan pemandangan dari Gunung Gamalama yang menjulang tinggi serta bongkahan-bongkahan dari batu angus yang memanjang sekitar 2 km dan berakhir pada dinding tebing yang terjal dimana di ujung tebing tersebut terdapat laut bening yang membiru.

Selain itu di objek wisata Batu Angus terdapat sebuah situs sejarah mengenai tewasnya seorang tentara Jepang yang tewas akibat parasutnya yang tidak terbuka normal pada saat terjun dari pesawat pada tahun 1945.

Jika ingin berkunjung ke sini, lebih baik datang pada pagi hari, dimana matahari belum bersinar dengan terik dan kita bisa menikmati keindahan bebatuan dan memandang dari kejauhan Pulau Hiri.

2. Pertunjukan perahu melayang di Pantai Sulamadaha

ternate pantai sulamadaha

Foto oleh gambarwisata

Berlokasi tidak jauh dari Batu Angus, Pantai Sulamadaha, memiliki kontur pasir putih serta ombaknya yang kecil membuat tempat ini nyaman untuk disinggahi.

Untuk mencapai teluk ini, kita harus menyusuri jalan setapak yang sudah tersusun rapi dengan beton sejauh kurang lebih 500 meter. Di salah satu sisi pantai ada teluk sempit yang dikelilingi pepohonan yang rindang dan sejuk. Air yang bening dan jernih membuat mata kita bisa melihat kehidupan bawah air dengan jelas.

Teluk ini bisa dipakai snorkeling. Untuk yang tidak punya alatnya jangan khawatir karena tersedia persewaan peralatan untuk snorkeling. Harga sewa yang diberikan untuk perahu kecil sebesar 30 ribu dan biaya sewa ban dikenakan 5 ribu rupiah.

3. Melihat hijaunya Danau Tolire

tolire

Foto oleh wikipedia

Danau ini terletak di Ternate Utara, sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Terdapat 2 buah Danau Tolire, Tolire Kecil yang berwarna gelap berada tepat di pinggir pantai dan Tolire Besar yang berwarna hijau. Jejak aktivitas vulkanik masih bisa kita lihat di danau ini.

Untuk mengunjungi Danau Tolire Besar, kita harus berjalan sekitar 300 meter dari jalan utama. Di sekitar Danau Tolire, kita akan disuguhkan pemandangan yang indah sekaligus menyeramkan. Permukaan air yang berwarna hijau muda berdampingan dengan dinding tebing yang menjulang tinggi mengelilingi permukaan air.

Menurut sejarah, letusan freatik yang terjadi di kaki gunung menyebabkan terbentuknya Danau Tolire Besar. Letusan tersebut memakan korban jiwa krena menghanguskan sebuah desa yang bernama Desa Soela Takomi beserta dengan seluruh penduduknya.

Di Danau Tolire Besar, kita bisa menemukan berbagai macam jenis ikan disini. Namun masyarakat disini percaya, bahwa danau ini di tinggali oleh banyak siluman buaya sehingga tidak ada yang berani mengambil.

Keunikan lain dari danau ini adalah jika ada yang melemparkan sesuatu ke danau, sekuat apapun dia melempar dengan batu atau benda keras. Lemparannya tidak akan bisa mengenai permukaan danau. Bagi yang tidak percaya dengan hal ini, mereka boleh mencoba melemparnya dengan membeli batu yang banyak dijual di pinggir danau seharga seribu rupiah untuk lima buah batu.

4. Beristirahat di Pantai Bobane Ici

bobane-ici

Foto oleh worldtravelserver

Mengelilingi hampir separuh pulau, tidak lengkap rasanya mencicipi menu makanan laut khas daerah. Terletak sekitar 20 kilometer di bagian barat Ternate dan dekat dengan objek wisata pemandian, kontur di pantai ini lebih kecil dari Sulamadaha.

Ombak yang ganas serta dipenuhi batu karang yang besar, membuat wisatawan tidak disarankan untuk berenang disini. Namun jangan khawatir, tempat ini sudah dilengkapi fasilitas seperti penginapan, warung makan pinggir pantai dan kolam renang.

Menu ikan bakar menjadi santapan yang wajib jika kita mengunjungi tempat ini. Kondisi perut yang lapar, serta disuguhi suara debur ombak dan angin sepoi-sepoi menambah nikmat suasana santap siang.

5. Mengingat kisah sejarah di Benteng Kastela

ternate benteng kastela

Foto oleh Dahono Fitrianto

Jauh dari keramaian pusat kota dan terletak di daerah yang terpencil, membuat benteng ini sepi pengunjung. Tapi justru karena itulah kita bisa lebih menikmati keindahan dari arsitektur yang dibangun oleh Portugis.

Benteng Kastela yang juga biasa disebut Benteng Gam Lamo yang merupakan sebutan dari Gunung Gamalama. Benteng yang dibangun oleh Antonio de Brito pada tahun 1521 dengan nama Nostra Senora del Rosario ini dibangun secara bertahap yang kemudian dilanjutkan oleh Garcia Henriques pada tahun 1525 dan dilanjutkan oleh Gonzalo Periera hingga terakhir diselesaikan oleh Jorge de Gastro pada tahun 1540.

Ketika masuk ke dalam kastil, kita disambut sebuah tugu sebagai ucapan selamat datang dengan patung cengkeh yang besar. Melihat lebih ke dalam terdapat relief yang menceritakan pembunuhan Sultan Khaerun. Sultan Khaerun yang merupakan Sultan Ternate yang ke 25, digambarkan diundang untuk makan malam oleh seseorang yang bernama Antonio Pimental atas perintah dari Gubenur Lopez de Mosquita. Peristiwa inilah yang disebut memicu perlawanan rakyat Ternate terhadap Portugis.

6. Mengenang kisah dan berziarah di makam Sultan Babullah

ternate makam sultan babullah

Foto oleh Disbudpar Ternate

Terletak di puncak Bukit Foramadiahi, sultan yang namanya diabadikan sebagai nama bandara di Ternate dikenang masyarakatnya sebagai sultan pertama yang mampu mengobarkan semangat masyarakatnya untuk melawan penjajah asing yang hendak menduduki Ternate.

Ternate yang terkenal dengan rempah-rempahnya menjadi sasaran empuk oleh penjajah asing pada jaman dahulu seperti Spanyol, Belanda, dan Portugis. Selain harganya yang cukup mahal, rempah-rempah sangat disukai oleh orang asing sebagai penghangat tubuh di kala negara Eropa sedang mengalami musim dingin.

Untuk membangkitkan semangat heroik pahlawan Ternate, warga kampung Foramadiahi yang menjadi pusat Kesultanan Ternate pada jaman dulu membuat rekonstruksi perjuangan Sultan Babullah dan untuk mengenang perjuangan beliau terhadap rakyat Ternate.

7. Mengabadikan Pulau Maitara dan Tidore seperti di uang kertas 1000 rupiah

ternate pulau maitara

Foto oleh Triptrus

Salah satu daya tarik bagi wisatawan yang pertama kali datang ke Ternate adalah Pulau Maitara dan Tidore. Tidak lengkap rasanya bila ke Ternate tidak mengunjungi spot yang sudah terkenal melalui uang pecahan seribu rupiah. Untuk mencapai tempat yang dituju, kita harus bergerak ke arah selatan ke tempat yang bernama Gambesi.

Sesampainya di Gambesi bagi yang membawa kendaraan bermotor diwajibkan memarkirkannya di jalan. Setelah itu kita harus berjalan masuk menyusuri rumah-rumah penduduk dan hutan-hutan kecil yang terdapat di setiap kampung untuk sampai di bibir pantai.

***

Ternate begitu banyak menyimpan keindahan di dalamnya yang mungkin orang Indonesia sekalipun belum banyak yang tahu. Kota ini layak kamu masukkan dalam daftar kunjungmu tahun ini.

Sumber: https://phinemo.com/ternate/

Tags: malukuternatewisata